Plot dan Struktur Cerita (A.S. Laksana)

Ringkasan materi kelas "Plot dan Struktur Cerita" oleh A.S. Laksana

Get Started. It's Free
or sign up with your email address
Plot dan Struktur Cerita (A.S. Laksana) by Mind Map: Plot dan Struktur Cerita (A.S. Laksana)

1. 1. Cerita

1.1. Sifat

1.1.1. Cerita universal

1.1.2. Cerita selalu mengisahkan individu

1.1.3. Cerita mudah diterima manusia

1.2. Elemen

1.2.1. Struktur

1.2.2. Karakter

1.2.3. Subteks

1.3. Plot

2. 2. Jalan Hidup Tokoh Utama

2.1. Perjalanan Pahlawan

2.1.1. Kehidupan normal

2.1.2. Panggilan bertualang

2.1.3. Penolakan panggilan

2.1.4. Pertemuan dengan Mentor

2.1.5. Gerbang pertama

2.1.6. Ujian pertama

2.1.7. Tempat berbahaya

2.1.8. Cobaan berat

2.1.9. Penemuan pedang

2.1.10. Keluar dari tempat berbahaya

2.1.11. Kebangkitan kembali

2.1.12. Kembali dengan obat mujarab

3. 3. Pencurian Plot

3.1. Penggerak plot

3.1.1. Dendam

3.1.2. Perburuan

3.1.3. Cinta

3.1.4. Kebencian

3.1.5. Ambisi

4. 4. Gerak Plot dan Bumbu Cerita

4.1. Penggerak

4.1.1. Pembalasan dendam

4.1.2. Penghancuran

4.1.3. Cinta dan Kebencian

4.1.4. Perburuan

4.1.5. Duka cita dan Kehilangan

4.1.6. Pemberontakan

4.1.7. Pengkhianatan

4.1.8. Penindasan/penyiksaan

4.1.9. Pengorbanan Diri

4.1.10. Survival (pembebasan)

4.1.11. Persaingan

4.1.12. Penemuan (pencarian)

4.1.13. Ambisi

4.2. Bumbu

4.2.1. Penipuan

4.2.2. Kesejahteraan material

4.2.3. Tindak kriminal

4.2.4. Mengoreksi kesalahan

4.2.5. Konspirasi

4.2.6. Penyelamatan

4.2.7. Identitas Palsu atau Penyamaran

4.2.8. Percintaan yang dipaksakan

4.2.9. Otoritas

4.2.10. Kecurigaan

4.2.11. Bunuh diri

4.2.12. Pencarian

4.2.13. Penghargaan dan Pelecehan

4.3. Sinopsis plot

5. 5. Plot dari Isi Kepala Karakter

5.1. Tema kematian

5.2. Tema kesia-siaan

5.3. Tema individu vs. masyarakat

6. 6. Struktur Cerita

6.1. Struktur

6.1.1. Pembuka

6.1.2. Penutup

6.2. Adegan

6.2.1. Tindakan penting

6.2.2. Cara luar biasa dan memikat

6.2.3. Seolah-olah dalam kehidupan nyata

6.3. Unsur

6.3.1. Karakter

6.3.2. Sudut pandang

6.3.3. Tindakan penting

6.3.4. Dialog

6.3.5. Informasi baru

6.3.6. Konflik

6.3.7. Latar

6.3.8. Narasi

6.4. Panjang pendek

6.4.1. Adegan panjang

6.4.2. Adegan pendek

6.4.3. Adegan besar

7. 7. Memerangi Klise

7.1. Riset

7.1.1. Riset ingatan

7.1.2. Riset imajinasi

7.1.3. Riset bacaan

7.1.4. Riset detail

8. 8. Cerita adalah Gerak

8.1. Insiden yang membujuk

8.2. Pengambilan keputusan/tindakan

8.3. Ironi dalam tindakan karakter

8.4. Gerak menanjak, gerak menurun

8.5. Konflik batin

9. 9. Adegan Besar

9.1. Bedah adegan dan buat adegan sendiri

10. 10. Perangkaian Adegan

10.1. Elemen

10.1.1. Awal, tengah, akhir

10.1.2. Tempat dan waktu

10.1.3. Periode dan durasi

10.1.4. Konflik, krisis, penyelesaian

11. 11. Metode Tali Jemuran

11.1. Info dasar

11.1.1. Tempat

11.1.2. Waktu

11.1.3. Karakter

11.1.4. Dialog

11.2. Tempat

11.2.1. Makan minum

11.2.2. Berbelanja

11.2.3. Rekreasi

11.2.4. Bekerja

11.2.5. Berkesenian

11.2.6. Bepergian

11.2.7. Beristirahat

11.2.8. Berobat

11.2.9. Tempat publik

12. 12. Tujuan Karakter Utama

12.1. Tujuan manusia

12.1.1. Umum

12.1.2. Anak

12.1.3. Remaja

12.1.4. Dewasa muda

12.1.5. Dewasa

12.1.6. Tua

12.2. Pertanyaaan

12.2.1. Keinginan

12.2.2. Yang dijaga

12.2.3. Dorongan

12.2.4. Arah langkah

12.2.5. Perhatian pada kondisi buruk

12.2.6. Yang dilindungi

12.2.7. Tindakan pemenuhan

13. 13. Curah Pikiran (Brainstorming)

13.1. Bagaimana jika?

13.2. Gagasan dari kalimat kumulatif

13.3. Pertanyaaan asdikamba

14. 14. Plot Universal

14.1. Konflik Aristoteles

14.1.1. Manusia vs. manusia

14.1.2. Manusia vs. masyarakat

14.1.3. Manusia vs. dewa

14.1.4. Manusia vs. dirinya sendiri

14.1.5. Manusia vs. alam

14.1.6. Manusia vs. mesin

15. 15. Transformasi Karakter

15.1. Transformasi karakter

15.2. Teknik Hitchkock

15.3. Penanaman informasi (foreshadowing)

16. 16. Menulis Adegan demi Adegan

16.1. Show, don't tell

16.2. Konflik dalam adegan

16.3. Emosi karakter

16.4. Insiden pembujuk (inciting)

17. 17. Memikirkan Situasi Normal

18. 19. Melantur

18.1. Tingkat lanturan

18.1.1. Lanturan kalimat

18.1.2. Lanturan paragraf

18.1.3. Lanturan penceritaan

19. 20. Subplot

19.1. Tema

19.1.1. Kecemburuan

19.1.2. Penyelamatan

19.1.3. Ambisi

19.1.4. Perselingkuhan

19.1.5. Obsesi

19.2. Cara

19.2.1. Peta pikiran

19.2.2. Kutipan

20. 21. Dalam Benak

20.1. Subplot dan karakter sekunder

20.2. Menguji gambar dengan pikiran

20.3. Hukum besi pembelajaran